1 2 3 4

Produk

di sini bisa melihat beberapa karya Cendolers yang sudah dibukukan.
_________________ 

INFO LOMBA

Temukan beraneka ragam event dan Lomba melalui situs kami.
_________________ 

CERPEN

Cerpen yang ada di sini yang sudah pernah terbit di media massa.
_________________ 

PUISI

Puisi yang ada di sini yang sudah pernah tebit di media massa.
_________________ 
• media untuk berbagi dan belajar kepenulisan, sastra dan literasi. CENDOL adalah CErita meNu lis dan Diskusi OnLine •

CENDOLERS Vs PABERS

  • by
  • UniversalNikko+Mayoko Aiko


  • Bersiap-siap untuk kompetisi

    Kehebohan Cendol di ‘Pagi-Pagi, Bagi-Bagi’ Indosiar

                Sejak awal Februari ada kehebohan yang terjadi di kelas Cendol, apalagi kalau bukan persiapan keikutsertaan Cendol di Kuis Pagi-Pagi, Bagi-Bagi di Indosiar. Berbagai persiapan pun dilaksanakan, termasuk mempersiapkan base untuk transit peserta dan seragam kuis.

                Akhirnya, Rabu (20/02) pun kehebohan Cendol terlihat nyata, sejak pagi-pagi buta cendolers dari berbagai penjuru datang ke Indosiar. Tak hanya cendolers dari Jakarta saja, namun juga cendolers dari berbagai daerah lain seperti Banten, Bekasi, Cirebon, Bandung, dan Semarang.

                Cendolers yang menjadi peserta kuis ‘Pagi-Pagi, Bagi-Bagi’ pun berkumpul di depan studio 1 Indosiar. Bisa dibayangkan jika cendolers sudah berkumpul, heboh banget. Karena syutingnya tapping (rekaman, red), maka cendolers yang sudah datang pun saling berbagi cerita, saling sapa, berkenalan bagi yang belum kenal, dan yang tak kalah penting adalah foto-foto. Di grup cendolers ini juga ada Suker Reni Teratai Air (Redaktur Majalah STORY), juga didampingi langsung oleh Kepala Sekolah Mayoko Aiko, Suker Erry Sofid, Suker Putra Gara, dan Suker Divin Nahb.

    Kehebohan lain pun dimulai saat pembuatan yel-yel untuk menyemangati peserta yang tampil. Semangat cendolers pun bisa terlihat dari seragam hitam cendol yang bertuliskan “I Love Cendol.” Kompak banget.

    Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya syuting pun dimulai pada pukul 11.00 WIB. Cendolers yang ada di grup merah melawan grup biru dari PABERS (Pasukan Bercerita – Penulis Bacaan Anak).

    Irfan Hakim dan Oki Lukman yang menjadi host pun membuka acara, memperkenalkan Omaswati sebagai pendamping grup Pabers dan Mastur sebagai pendamping grup Cendol. Kuis pun dimulai, babak pertama adalah ‘Bagi Gambar’, dari cendolers diwakili Suker Dela Bunga Venus, Richa Miskiyya, dan Fikry Al Fatih. Namun, karena kalah cepat adu pencet tombol, cendolers pun belum bisa menang di babak pertama.

    Ketidakberhasilan di babak pertama tidak membuat semangat cendolers surut, ini dibuktikan dari kemenangan babak kedua ‘Bagi Lagu’ (Ceko Spy, Pilo Poly, Dion Sagirang) dan babak ketiga ‘Bagi Tokoh’ (Eva Sri Rahayu, Cem Acem, Niesha Pinky), yang di masing-masing babak mendapatkan uang 2 juta rupiah.

    Di babak keempat ‘Bagi Soal’, persaingan ketat dan kejar mengejar angka pun terjadi antara Pabers dan Cendolers (Nayottama Bekti, Tris Anova Arlim, Yessica Edi Daryanto). Namun, cendolers harus mengakui keunggulan lawan di babak keempat. 

    Semua cendolers deg-degan menunggu hasil akumulasi angka dari babak pertama hingga keempat. Sorak hore kebahagiaan pun terdengar membahana saat diumumkan jika Cendolers mendapat nilai lebih tinggi daripada Pabers.

    Lima cendolers pun mewakili maju ke babak bonus. Di Babak bonus, cendolers harus menebak 7 jawaban dari 12 jawaban yang tersedia dengan pertanyaan siapa nama-nama kurcaci di dongeng Snow White. Karena hanya bisa menebak enam jawaban saja dan sudah salah tiga kali, maka cendolers berhak mendapat enam ratus ribu rupiah. Dan jika diakumulasi dari babak-babak sebelumnya, cendolers berhak membawa pulang uang senilai 4,6 juta rupiah. Alhamdulillah.

    Bagi cendolers, kemenangan ini adalah bonus, sedangkan yang terpenting adalah kekompakan, kebahagiaan, dan jalinan silaturrahim serta persahabatan yang kokoh. Cendolers memang keren! (Richa Miskiyya)


     Bisa cek di:
    http://www.useetv.com/live?code=channel2&starttime=1362358800&endtime=1362364200
    Read More...

    KCB Mengajak Pelajar Hobi Menulis - DARI BEKASI UNTUK IBU

  • by
  • UniversalNikko+Mayoko Aiko
  • Ini dia foto pemateri, Donatus A. Nugroho (paling kiri), Laili Muttamimah (juara 1 dari SMA Pusaka Nusantara 2 Bekasi), Irma Kurniasih (juara 2 dari SMK Negeri 2 Cikarang Barat), Mega Silviana (juara 3 dari SMK Negeri 8 Bekasi), pemateri Putra Gara.

     
    KCB Mengajak Pelajar Hobi Menulis


    BEKASI SELATAN - Keluarga Cendol Bekasi (KCB) mengajak siswa tingkat SMP dan SMA berkompetisi menulis cerpen dengan tema "Dari Bekas untuk Ibu". 50 peserta yang ikut memperebutkan hadiah berupa piala dan uang tunai.

    Ketua pelaksana, Ari Setiawan mengungkapkan, lomba tersebut merupakan rangkaian dari Gerakan Nusantara Menulis yang digagas oleh Yayasan Cendol Universal Nikko. "Dalam pertemuan di Cikole, Bandung, 7-8 Juli waktu itu dihadiri oleh 150 penulis dari seluruh Indonesia," paparnya.

    Ari berharap kegiatan tersebut mampu memasyarakatkan dunia menulis fiksi dengan baik bagi kalangan pelajar di Kota dan Kabupaten Bekasi. "Dengan demikian mereka bisa menempa kemampuan masing-masing dalam menulis. Pada akhirnya akan bermuara pada kecerdasan bangsa," kata ketua KCB yang memiliki nama pena Ari Keling itu.

    Sementara itu ketua Yayasan Cendol Universal Nikko, Donatus A. Nugroho mengatakan, Gerakan Nusantara Menulis merupakan motivasi kepada semua orang agar menjadika menulis sebagai hobi. Menurutnya, menulis dapat dijadikan sebagai hobi yang menghasilkan. "Kalau sudah menjadi hobi, menulis pasti menjadi menyenangkan, dan dari menulis kita bisa mendapatkan dua keuntungan," katanya.

    Dari menulis seseorang akan lebih banyak mendapatkan ilmu pengetahuan, karena naskah yang akan ditulis tersebut harus bersumber dari sebuah pengetahuan dan informasi yang dihimpun. Selain itu keuntungan lainnya adalah sebuah bonus dari hasil karya tulis berupa fee atau imbalan. Pria yang akrab disapa Don itu juga mengatakan tujuan Gerakan Nusantara Menulis tidak terlalu muluk, dia mengatakan kemampuan menulis dapat berintegrasi dengan kemampuan yang lain. "Jadikan menulis sebagai kemampuan ekstra, tidak saja penulis yang bisa menulis, semua orang dengan profesi apa pun jika bisa menulis lebih baik," pungkasnya.

    Selain Donatus yang bertindak sebagai pembicara, juga tampak hadir Putra Gara, penulis yang telah menerbitkan novel sejarah maupun cerpen. Buku yang pernah dia tulis antara lain Samudra Pasai dan Kesatria Khatulistiwa. Dalam seminar dia menyampaikan bagaimana kekuatan tulisan dan teknik menulis yang baik.

    Keluar sebagai juara satu adalah, Geofanni Nerissa dari SMP Marsudirini Bekasi, dan untuk tingkat SMA adalah Laili Muttamimah dari SMA Pusaka Nusantara 2 Bekasi. (Radar Bekasi)
     
     
    Peserta dan seluruh Panitia (KCB)

















    Disponsori oleh:
    Universal Nikko
    PT. Arminareka Perdana
    Radar Bekasi
    Blu Plaza
    PT. A2J Design

    I. LOMBA MENULIS CERPEN

    Rangkaian kegiatan yang diawali dengan lomba menulis cerpen antar pelajar SMP/sederajat dan SMA/sederajat se-Kabupaten/Kota Bekasi ini, telah diselenggarakan oleh KCB sejak akhir Juli 2012.
    Promosi acara dilakukan langsung dengan menyebar poster dan flyer ke sekolah-sekolah. Page “Dari Bekasi untuk Ibu” dibuka untuk informasi dan forum tanya-jawab seputar kegiatan tersebut. Batas penerimaan cerpen dari peserta pada Nopember 2012, berhasil menarik 50 peserta lomba. Meskipun jauh dari harapan, namun semangat dari peserta sangat mengagumkan. Penjurian dilakukan dengan seksama dan penentuan juara dinilai langsung oleh Ketua Yayasan Cendol Universal Nikko, Suker Donatus A. Nugroho.

    Berikut ini adalah nama-nama sang juara:

    Kategori SMP/sederajat
    Juara 1
    Geofanni Nerissa Arviana dari SMP Marsudirini Bekasi
    Judul cerpen: Puzzle Ibu
    Juara 2
    Elisa Ekaputri dari SMPN Marsudirini Bekasi
    Judul cerpen: Ragam Ibu
    Juara 3
    Martha Verena Kurnianingtyas dari SMP Marsudirini Bekasi
    Judul cerpen: Ibuku Tersayang, Ibuku Tercinta


    Kategori SMA/sederajat
    Juara 1
    Laili Muttamimah dari SMA Pusaka Nusantara 2 Bekasi
    Judul cerpen: Aku Tidak Sendiri, Aku Masih Memilikimu

    Juara 2
    Irma Kurniasih dari SMKN 2 Cikarang Barat Bekasi
    Judul cerpen: Heart

    Juara 3
    Mega Silviana Putri Dewi dari SMKN 08 Kota Bekasi
    Judul cerpen: Semua Hanya untuk Ibu

    II. SEMINAR GRATIS "JADI PENULIS ITU KEREN, LOH!"

    Acara keren ini diakhiri dengan seminar kepenulisan gratis yang diselenggarakan di Blu Plaza, Bekasi tepat pada Hari Ibu, Sabtu, 22 Desember 2012 yang dihadiri oleh 71 peserta dengan antusiasme luar biasa.

    Penampilan motivator Eko Ramaditya Adikara, menggiring peserta membuka hati dan pikiran untuk menerima wejangan dari dua pemateri hebat yang berhasil mengguncang semangat semua, yaitu Suker Donatus A. Nugroho dan Suker Putra Gara. Selain pengenalan Yayasan Cendol Universal Nikko, cara-cara praktis ala sukerpun dibagikan untuk menambah wawasan kepenulisan mereka yang hadir. Banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta, menunjukkan minat menulis yang cukup tinggi, namun perlu bimbingan yang lebih intens ke depannya. Usai sharing materi kepenulisan, pemberian kenang-kenangan berupa sertifikat kepada pemateri dan sponsor, berlangsung dengan rasa haru dan bangga.

    Selanjutnya, acara dimeriahkan oleh selingan yang membuat Blu Plaza makin meriah. Peserta terlihat berpacu saat menerima pertanyaan doorprize untuk memperebutkan buku-buku terbitan Universal Nikko yang jelas mengusik keinginan untuk membacanya. Apalagi bingkisan HP yang sudah dipersiapkan oleh Kepsek Mayoko Aiko sebagai hadiah istimewa. Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba, pembagian sertifikat kepada peserta, lalu berfoto bersama.

    Demikianlah laporan kegiatan ini kami sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan dan  kekhilafan. Terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terselenggaranya rangkaian acara “Dari Bekasi untuk Ibu”.

    Salam hangat,
    Keluarga Cendol Bekasi (KCB)
    Read More...

    Workshop Cermat (Cendolers Medan Top)

  • by
  • UniversalNikko+Mayoko Aiko
  • Persiapan Workshop di Kota Medan
    Spanduk ucapan selamat datang kepada peserta Workshop Kepenulisan Cermat - Yayasan Universal Nikko dari 33 kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara, kemudian dari Jakarta, Banten dan Aceh. Spanduk ini digelar ditengah persiapan Pameran dan Pagelaran Seni Se-Sumatera (PPSS) XV dalam rangka pertemuan Taman Budaya se-Sumatera, tanggal 5-8 November 2012. Kehadiran Spanduk Cermat di tengah-tengah kesibukan para sastrawan dan pelaku seni sedang berlatih membuat acara ini sempat menjadi pembicaraan. Di tambah lagi Kurator sastra acara ini pun sempat menjumpai saya, meminta agar mewakili delegasi Sumatera Utara membacakan cerpen bersama penyair Delvi Yandra (membaca puisi) dari delegasi Sumatera Barat. Tapi karena soal teknis tertentu, saya akhirnya menolak.
     
    Pemasangan Spanduk Acara Workshop Cermat
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
    Kabar gembira dari pertemuan dengan redaktur medan bisnis, rubrik karya belia, acara cermat akan diberitakan melalu rubrik 2 minggu berturut-turut, tgl. 11 November (semacam press relase) dan tgl. 18 November (artikel tentang cendol/cermat, kegiatan dan visi-misi cendol sebagai group kepenulisan online), saya tantang kepada teman-teman cermat untuk sama-sama mengerjakan ini.
      
    Laporan Workshop Cermat Minggu, 11 November 2012.
    Peserta Workshop Beserta Panitia


     
     
     
     
     
     
     
    Assalamualaikum, semua.

    Maaf laporannya sedikit telat. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah yang sudah memberikan kesehatan yang luar biasa hingga seluruh panitia dan peserta bisa hadir dalam workshop cermat. Terima kasih selanjutnya untuk beberapa pihak diantaranya:

    1. Terima kasih untuk Kepsek Mayoko Aiko, para suker, dan seluruh pengurus yayasan Universal Nikko yang sudah mau berbagi waktu untuk mendengarkan kendala-kendala yang sering panitia hadapi.

    2. Terima kasih untuk Bang Hasudungan Rudy Yanto Sitohang dan Kak Evi Andriani yang sudah mau menyisihkan waktu untuk mengayomi panitia untuk saling bekerja sama, dan tetap kompak dalam mengerjakan tugas masing-masing.

    3. Terima kasih untuk Opa Putra Gara dan Bang Raudah Jambak yang sudah menyisihkan waktunya untuk berbagi ilmu dengan peserta.

    4. Terima kasih untuk seluruh panitia, peserta, serta cendolers yang sudah membantu kami lewat dukungan, doa, bahkan motivasi agar bisa mensukseskan acara ini.

    Acara-acara yang sudah disusun rapi oleh panitia terlaksana dengan baik. Pembacaan puisi "Warna Tak Berdosa" karya Kak Febri Mira Rizki dibacakan oleh Kak Aida Assyifa, Bang Dhiko Surya Perdana, dan saya sendiri. Acara ini juga diliput oleh DAAI TV, serta tertulis dalam sebuah artikel. Acara ini bukan hanya dihadiri oleh peserta cendolers yang berdomilisi Medan, tapi luar kota juga ada, yakni Aceh, Banten, dan Jakarta.

    Penyerahan sertifikat, doorprize, dan foto bersama dilakukan usai acara. Diharapkan dengan adanya acara ini mampu memompa semangat cendolers cermat, peserta, dan semuanya semakin semangat menggempur media dengan maha karya.

    Sekian dulu laporan dari saya, untuk foto narsisnya akan diupload belakangan. Salam cendol, salam karya, dan salam kompak.
     
     
     
     
    Read More...

    Dari Bengkulu Menuju GNM

  • by
  • UniversalNikko+Mayoko Aiko
  • CATATAN DI BALIK SUKSESNYA WORKSHOP CRAFF.
    Peserta Workshop Beserta Panitia



     
     
     
     
     
     
     
    Ingatkah saat kita memulai kegiatan rencana workshop harus direpotkan dengan printer yang semuanya rusak? Lalu kita terus berjalan menelusuri Bengkulu hanya untuk mencari tempat jasa print untuk mencetak proposal namun hasilnya nihil, karena entah mengapa semua tempat jasa printer yang kita datangi ternyata printernya janjian rusak (rusak semua). Hingga pada akhirnya kita menggunakan printer milik Erva Desri Aryanti yang lambatnya minta ampun. Bayangkan saja, untuk satu lembar saja butuh waktu cetak 1 sampe 10 menit. Dan yang kita cetak itu adalah 20 eksemplar dengan belasan halaman. Salut buat Erva yang dengan sabar mencetak dokumen proposal hingga tengah malam.

    Masih ingatkah ketika tiba-tiba saja di H-1 tanggal target promo, kita mendapatkan kabar yang tidak enak, bahwa gedung Batik sebagai tujuan utama lokasi workshop tidak bisa disewa dengan alasan tertentu? Padahal workshop empat minggu lagi dan semua selebaran telah dibuat. Lalu kita berembuk guna mencari alternatif gedung. Shock dan membuat pusing memang, tapi Tuhan maha baik. Dia punya rencana di balik semua ini. Tuhan hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kita, hingga akhirnya kita mendapatkan gedung yang lebih baik.

    Masih ingatkah kalian tentang kita yang nekat membuat dua agenda selama kurang dari satu bulan (23 Oktober s/d 11 November) dalam rangka bulan bahasa dan workshop nasional? Berkat kerja keras dan keiklhasanlah acara ini terwujud. Jarang sekali orang membuat dua acara dalam waktu sebulan. Kalian hebat! Dan terharunya lagi, aku senang kalian bisa dan mau berbagi dengan para unyu-unyu di Basecamp (Rumah Bimbel Ummi).

    - Terima kasih untuk kamu yang sudah rela mengerjakan desain brosur, melatih teater yang akan tampil, mading, mc di acara. Aku tau waktu dan pikiranmu terkuras untuk memikirkan sesuatu yang keren untuk acara ini. Kerennya lagi kamu sempat mengerjakan semua meski kamu masih sekolah.

    - Terima kasih buat kamu yang sudah rela membuat proposal dengan sabar, ikutan sebar proposal, diskusi ini itu soal workshop meskipun kamu sekolah, namun tetap meluangkan waktu untuk kegiatan ini.

    Terima kasih buat kamu yang punya ide-ide cemerlang untuk buat sesuatu yang keren untuk workshop, bolak-balik membeli perlengkapan dan selalu jadi penasehatku sebagai ketua panitia ketika akan mengambil keputusan. Kamu keren. Di waktu mengajarmu, kamu sempat mengurus workshop ini.

    - Terima kasih buat kamu yang rela mengurusi semua sertifikat, cetak brosur. Yang kerennya lagi kamu rela menerobos hujan di saat mati lampu, hanya untuk mengurusi semua ini, walaupun ujung-ujungnya nihil karena mati lampu, hingga perjuanganmu dilanjutkan saat workshop, bolak-balik dan sempat nangis karena sertifikat belum jadi. Usahamu sangat keren.

    - Terima kasih buat kamu yang terus berusaha berlatih membaca Deklarasi GNM, memberikan ide-ide cemerlang, membantu mengurusi mading dan rela kehujanan demi ikut rapat untuk workshop ini. Meski kamu masih unyu dan sekolah, kamu hebat dalam kegiatan ini.

    - Terima kasih juga buat kamu yang bela-belain membeli buku Stand Up Comedy dengan uang sendiri dan berlatih keras untuk menghibur peserta. Kamu juga keren, saat mengurusi mading dll.

    - Terima kasih juga buat kamu yang rela mondar-mandir ke instansi-instansi dan perusahaan disela waktu kuliahmu untuk mengajukan proposal permohonan dana meskipun ada yang menolak proposalmu. Kamu juga mondar-mandir nempelin info sana-sini di sekolah dan kampus. Kamu juga keren disaat 99% peserta tidak sempat transfer uang tiket, maka kamulah yang datang kepada mereka untuk mengurusi semuanya hingga buka loket di kampus orang.

    - Terima kasih buat Universal Nikko sponsor utama dalam acara ini, semoga jaya selalu dan makin keren.

    - Terima kasih buat Kepala Sekolah Cendol, Pak Mayoko Aiko, atas support dan bantuannya. We love you.

    - Terima kasih juga buat Betmen Donatus A. Nugroho, yang mau berbagi dengan kami sebuah ilmu kepenulisan yang keren. Jangan kapok untuk datang lagi ke Bengkulu.

    - Terima kasih juga buat Ibu Agnes Majestika, pembicara dalam workshop kemarin. Ilmunya sangat keren dan membantu.

    -Terima kasih buat mas Rio Saputra, yang dengan tulus berbagi ilmu untuk peserta workshop tanpa pamrih. Motivasimu luar biasa.

    - Terima kasih buat penghuni Rumah Bimbel Ummi, yang dengan tulus iklhas membantu dan mendukung kegiatan ini dan dengan senang hati menjadikan Rumah Bimbel Ummi sebagai basecamp CRAFF yang keren. Terima kasih juga telah mengenyangkan perut anak-anak CRAFF hehehehe ...

    - Terima kasih kepada Teater Cendana yang mau menerima tawaran kami untuk menjadi bagian dari panitia pengisi acara. Jujur kami kaget ketika kalian bilang akan menurunkan 10 orang pembaca puisi dalam acara workshop tersebut. Tapi ternyata penampilan kalian luar biasa dan membuat aku terpukau.

    -Terima kasih buat Adik-adik kami, Hasna, Shobiroh dan Dzacky, pembaca puisi "Bdiadari Bersayap Putih" karya Dela BungaVenus. Kalian keren dan berani.  
    -Terima kasih buat Panitia Workshop. Kalau aku mengenang H-1 acara workshop, aku terharu dan senang melihat pengorbanan kalian yang begitu luar biasa. Bagaimana tidak terharu jika mengenang kalian mengangkut barang-barang dengan mobil pick up meskipun hujan dan petir menggelegar kalian tetap bersemangat dan sempat nyanyi-nyanyi dan tertawa lepas sembari menunggu hujan. Dan yang lebih terharu lagi, ketika aku, Nicky dan Erva berdoa bersama dalam remang karena mati lampu dan hanya nyala lilin yang menerangi. Berharap perjalanan Suker DAN , bisa mendarat dengan selamat sampai Bengkulu. Bayangkan saja, perjalanan suker DAN sangat menegangkan karena cuaca buruk di Bengkulu. Ketika penerbangan menit ke 40 di atas Bengkulu, pesawat harus kembali lagi ke Soekarno-Hatta. Untuk mencairkan kecemasan, maka kami memutuskan berdoa bersama. Dan alhamdulilah perjalanan dilanjutkan hingga akhirnya Suker DAN sampai di Bengkulu dengan selamat.

    - Terima kasih buat semuanya. Di antara sikap skeptis yang meragukan kemampuan kita untuk membuat workshop ini dalam jangka waktu kurang dari dua bulan, akhirnya kita bisa membuktikan bahwa kita bisa, karena tangan Tuhan bermain di setiap rencana baik kita. Kalian keren, kita keren dan kita LUAR BIASA.

    Terima kasih.
    Kegiatan
     
    Read More...

    CendolSHOW

  • by
  • UniversalNikko+Mayoko Aiko
  • Tanggal 1 November kemarin, CendolSHOW diperkenankan untuk mengisi acara di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta. Acara tahunan tersebut diberi nama Festival Taman Bacaan Masyarakat. Ketika mendaftar ulang, Salah satu Crew CendolSHOW disambut hangat oleh Mas Gol A Gong di depan Diknas.

    CendolSHOW memang harus berbangga hati. Kenapa? karena di acara tersebut, CendolSHOW berhasil menarik perhatian pengunjung. Semua hadirin merasa terhibur sekali. Tepuk tangan menggema diseatro gedung. Apalagi pembukaan CendolSHOW yang sangar oleh Momsky Divin Nahb membuat para undangan Festival Taman Bacaan Masyarakat gempar. Dan lagi, semua orang seperti terhipnotis kala petikan-petikan gitar mulai menderu. Ketika suara-suara mulai menggema. Gendang ditabuhkan ...!

    "Darah Pemuda, Darah Pemuda." kata Nisa Salwa Full sambil melilitkan sang saka merah putih dari leher sampai kakinya

    Lalu, Titis Nariyahis Nariyah dengan Payung Ojeknya membuat suasana semakin anggun, gemayu yang tak boleh dianggap enteng menusuk pelan hati para penikmatnya. 

    Kemudian, Dongengnya Dia Gara Andromeda membuat penonton semakin on the fly in room. Beberapa kamera besar, tak henti-hentinya memotret.

    Instrumental yang digawangi Pilo and Ari Keling selama tiga puluh menit dari awal pementasan sampai akhir, Hukklanya Bunda Adriana Adriend Tjandra Dewi, Nayottama Bekti Cakradhara, Pekik Bayumukti Utomo. Lagu Laskar Pelangi membawa suasa semakin sampai pada puncaknya.

    Dan, inilah kami ... CendolSHOW.

    Terima kasih untuk atensi semua kawan-kawan.
    Terima kasih untuk Cerita Nulis Diskusi Online.
    Terima kasih untuk Kelas Cendol.

    Terima kasih untuk Kepsek Mayoko Aiko, Mas Donatus A. Nugroho, Mbak Shinta Handini, Mas Farick, dan teman-teman yang meluangkan waktu untuk hadir.
     
      Salam CendolSHOW.














    Read More...

    GERAKAN NUSANTARA MENULIS

  • by
  • UniversalNikko+Mayoko Aiko



  • Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini telah dicanangkan Gerakan Nusantara Menulis.

    Hal-hal yang ingin dicapai melalui gerakan moral-sosial ini adalah:
    1. Mengajak untuk mencintai budaya membaca sebagai sarana pengetahuan dan pembelajaran.
    2. Mengajak untuk mencintai budaya menulis sebagai aktualisasi diri dalam berkarya dan peluang ekonomi.
    3. Memperkenalkan dunia membaca dan menulis kepada anak-anak sedini mungkin.
    4. Menciptakan suasana yang mendukung untuk merangsang kegiatan membaca dan menulis di dalam keluarga.
    5. Membiasakan menulis dengan ejaan, bahasa, dan format yang baik dan benar.
    6. Mendorong terciptanya iklim produktivitas menulis di masyarakat.
    7. Membudayakan pemanfaatan waktu luang dengan membaca dan menulis.
    8. Mendorong kegiatan belajar mengajar kepenulisan dengan murah maupun sukarela melalui lembaga formal dan nonformal.
    9. Ikut mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang budaya membaca dan menulis.
    10. Mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas kepenulisan, baik melalui media online maupun offline.
    11. Mendorong terjalinnya kerjasama yang baik antar komunitas maupun organisasi kepenulisan.
    12. Mendorong keberanian untuk menulis di media cetak / elektronik.
    13. Menggiatkan kompetisi di bidang kepenulisan, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
    14. Mendorong kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antara penulis dan media massa.
    15. Meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab moral penulis sebagai kunci perubahan.

    Demikian gerakan ini diserukan dan dimasyarakatkan, dengan harapan dapat menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan rakyat Indonesia.

    Kiranya Tuhan Yang Maha Esa menolong kita.

    Cikole, 8 Juli 2012

    Atas nama Penulis Nusantara,

    (ditandatangani oleh)
    Donatus A. Nugroho (Ketua Yayasan Cendol Universal Nikko)
    Mayoko Aiko (Kepala Sekolah Cendol – Universal Nikko)
    150 penulis dari seluruh Indonesia.
    Read More...

    Info

    Langganan

    Followers

     
    Copyright (c) 2012 Universal Nikko