Our social:

Rabu, 02 Maret 2016

Gita Swara Nassa goes to Europe



Be your self with the music 

Sore itu, Minggu, 6 September 2015, Aula UHAMKA dipenuhi ribuan penonton yang duduk rapi dan khidmat. Seluruh mata penonton tertuju ke arah panggung, dimana 38 anggota Choir, Gita Swara Nassa, SMP-SMA Nasional 1 Bekasi unjuk kebolehan tidak hanya menyanyi, mereka juga pandai menari bahkan memainkan musik tradisional, angklung dengan sangat piawai. 

Konser bertajuk "Thank You for The Music." ini merupakan rangkaiain dari Gita Swara Nassa goes to Europe atas undangan PPI Utrecht Belanda. The 3rd Journey to The Musical Moment Concert Gita Swara Nassa SMP-SMA Nasional I Bekasi ini dikonduktori Mohammad Charles, dengan diiringi dua pianist muda Wina Adhiana dan Ferdian Ismanto. 

Mohammad Charles merupakan pengajar bidang studi musik di Lembaga Pendidikan Nasional I, Bekasi. Dari lelaki lajang lulusan seni musik Universitas Negeri Jakarta inilah Gita Swara Nassa lahir dan dibina sejak 1994 hingga sekarang. 

Gita Swara Nassa yang lebih dikenal dengan sebutan GSN ini dihuni berbagai anggota lintas sekolah dari siswa SD, SMP hingga SMA. 

Tentu berbagai prestasi yang mumpuni diraih remaja-remaja ini di level dunia. Mulai dari sebut saja seperti Gold Diploma Children Choir 1st Vietnam International Choir Festival and Competition 2011 hingga prestasi Gold Diploma Youth Choir 1st Xinghai International Choir Festival and Competition 2012 Guangzhou dan banyak lagi prestasi kelas dunia lainnya. 

Belum lagi prestasi-prestasi nasional yang diraih remaja-remaja yang yang didapat di dalam negeri. 

Goes to Europe 

Kunjungan perdana GSN di Eropa ini akan dimulai dari Belanda dalam acara Utrecht Indonesian Day 2015 atas undangan PPI Utrecht. Dari Belanda GSN akan melawat ke Paris untuk misi kebudayaan UNESCO, dan juga akan bernyanyi dan bermain angklung di Balai Kota Achen di Jerman. 

Kembali ke Performance GSN di Aula Uhamka. GSN Choir and Angklung tampil sangat apik. 11 lagu di sesi pertama dinyanyikan dengan sempurna. Diawali dengan The Sound of Music buah karya Richard Rogers, dengan Duo Solois Salma Sabhira, Rieska Ramadhani, membuat pertunjukan terasa berkelas. Penonton dibuat terbuai oleh suara sopran mereka. 

Penonton dibuat bergoyang saat remaja-remaja itu membawakan lagu ngebeat Geef Mij Maar Nasi Goreng karya Wieteke Van Dort yang diaransemen dengan apik pleh Sang Conductor Mohammad Charles. Tak lupa remaja-remaja GSN membawakan Medley lagu daerah Indonesia yang membuat sebagian penonton bernyanyi riang. 

Bergembira dengan Menyanyi dan Bermain Musik 

Remaja, yang hidup di kota-kota besar seperi Jakarta, sangat riskan terperangkap pada sisi negatif Metropolitan. Serbuan budaya barat, kehidupan kota besar yang cenderung mengagungkan hedonisme, belum kenakalan remaja lainnya mulai dari tawuran, trek-trekkan bahkan miras dan narkoba, Gita Swara Nassa ibarat sebuah Oase yang menyejukkan. 

Saat begitu banyak remaja-remaja kota kehilangan arah, mereka menemukan jati diri dalam bentuk kegiatan yang positif di Gita Swara Nassa. Mereka menyanyi dengan riang, menari layaknya remaja yang bebas dari tekanan dan memainkan musik dengan gembira. "Aku ikut GSN sejak SD. Menurut aku ini kegiatan yang sangat positif. Aku bisa mendapatkan kepercayaan diri, bisa membangun team work dan kalo aku dan teman-teman mendapatkan Gold Medal buat aku itu bonus. Yang terpenting ini positf buat aku dan teman-teman. Be my self!" ujar Mila Karina Ario, salah satu member GSN Kelas XII SMA Nasional 1 dengan mata berbinar. Kualitas vokal Mila yang sempurna membuat penonton terhibur saat menyanyikan Mojang Priangan dengan tariannya yang lincah dan gemulai. 

Total mereka menyanyikan 11 lagu untuk Choir dan 8 lagu untuk angklung. Seharusnya konser ini ditutup dengan lagu melegenda milik Freddie Mercury (Queen), We are the Champion! 

Namun apa daya penonton tak juga beranjak pulang. "More...More...More!" Teriak penonton di barisan belakang. 

Mau tak mau sang Conductor kembali lagi mendaulat anak-anaknya untuk kembali bernyanyi dan bermain angklung. Maka lagu yang sangat heroik "Gebyar-Gebyar" milik almarhum Gombloh dibawakan dengan penuh semangat dengan iringan angklung yang kompak, bertenaha namun tetap ritmis. 

Akhirnya konser Gita Swara Nassa yang beranggotakan, Astrid Putri, Firlana Ferina, Abel Andjani, Kinarya Hana, Rieska Ramadhani, Mila Karina, Rindiani Carissa Dwi, Salma Shabira, Nafidzah Intishar, Althaf Zhafirah, Dhyani Paramita, Firli Purnama, Lukluk Marjani, Jasmine Reggina, Kireyna Hoshi, Sekar Riandani merangkap keyboard, Sylvian, Fauzan Hikmah, Gilrandy Farhan, Fikri Lanjar, Nadhiva Putri, Nadine Mutiara, Raisha Thahira, Yasmin Rania, Anandia Danita, Radhidhia Thariq Zuhair. Sheyla Namirah, Syafa Putrinya, Raffisya Athaya, Ananda Ryanizar, Fadel Karim, M. Fadhil, Wisnu Pahrul, Fardhanian Rezky, Gabrina Rizcexkievnikova, Dzulfikar Rizqisyah, M. Abul A'la dan Zaky Faris pun berakhir. Pertunjukan dalam 2 jam dengan 20 lagu itu sukses menghibur penonton yang rela mengeluarkan kocek hingga Rp.75,000 untuk membeli tiket. 

Kita berbangga karena memiliki remaja-remaja yang bergembira dalam kegiatan paduan suara. Mereka menyanyi dengan senyuman. Mereka membuat hidup lebih baik dan positif. Mereka bernyanyi tidak hanya untuk kegembiraan namun juga sebagai benteng dari kegiatan-kegiatan negatif yang merusak remaja di kota-kota besar seperti Jakarta. 

Maka tidak salah di akhir tulisan ini penulis akan menyampaikan quotes yang sangat fenomenal. 

“Without music, life would be a mistake.” ― Friedrich Nietzsche _ 

Musik tidak hanya soal hobby atau kesenangan, tetapi musik bisa melupakan dan menjauhkan dari kegiatan kontra peoduktif. 

Maka, mari kita bernyanyi karya fenomenal dari group legendaris ABBA! 

"Thank you for the music the songs i'm singing 

Thanks for all the joy their bringing 

Who can live without it 

I ask in all honesty, what would life be 

Without a song or a dance what are we 

So i said thank you for the music, for giving it to me 

What a great song! 

(Penulis adalah Managing Director, 
Executive Creative Director, 
Pemerhati Remaja, Penulis Buku, 
Pendiri Sekolah Menulis Gratis OnLine 
dan Penggiat Bagi-Bagi Buku Gratis.)

0 komentar:

Posting Komentar