Our social:

Rabu, 02 Maret 2016

Teknik Packing Angklung dalam Bagasi

Sumber Google


Membawa Angklung dalam jumlah besar di bagasi pesawat 

Mengurus bagasi pesawat memang sangat terlihat simple, namun akan menjadi pekerjaan rumit bila kita membawa bagasi yang rentan pecah (fragile) dalam jumlah besar. 

Benda-benda yang mudah retak seperti gelas, piring, alat musik seperti biola, gitar dan alat musik angklung menjadi benda-benda yang harus ditangani secara khusus saat packing. Kenapa? Benda-benda ini riskan pecah saat sudah masuk ke salam bagasi karena tentu di dalam bagasi akan terjadi saling tindih saat menyusun atau juga pergeseran saat penerbangan berlangsung. 

Beberapa tips packing dari angklung yang aman dari Djarot Sukotjo praktisi moverer dan ekpedisi Indonesia. 

1. Pilahkan angklung sesuai ukuran yang nyaris sepadan. Dalam ukuran panjang dan lebar. 

2. Siapkan wrap busa ukuran tebal minimal 3 cm. Busa ini bisa didapatkan di toko meuble di sepanjang Jalan Pahlawan Revolusi Klender. 

3. Tiap angklung harus diwrapping dengan busa tersebut. Ditutup keseluruhan dengan tanpa menyisakan rongga. Karena setiap rongga memberi peluang angklung bergeser dan patah. 

4. Sesudah masing-masing angklung dibungkus dengan busa tebal, susunlah angklung-angklung secara rapi lalu masukkan ke dalam kardus dengan ketebalan tertentu. Makin tebal kardus makin baik. 

5. Pastikan sebelum memasukkan angklung ke dalam kardus seluruh sisi dalam kardus terlapisi busa untuk menahan pergeseran angklung-angklung tersebut sekalgus menahan bila benturan dari luar tetap aman. 

6. Saat angklung-angklung tersebut masuk ke dalam kardus, celah kosong yang ada dalam kardus harus disisipi busa-busa sehingga tidak terjadi pergerakan yang bisa mengakibatkan angklung tersebut patah. 

7. Tandai kardus-kardus tersebut dengan kata "Awas mudah pecah" tulisan itu akan membantu petugas bandara memperlakukan lebih hati-hati setidaknya sampai masuk ke dalam perut pesawat. 

8. Teknik packing benda yang mudah pecah adalah meminimalis beban berat dalam arti bila barang-barang yang dipacking itu banyak akan lebih baik bila dijadikan dalam beberapa kardus dan tidak dipaksakan dalam kardus. Hali ini untuk menghindari benda tersebut beresiko pecah juga bermanfaat untuk split berat bagasi sesuai aturan penerbangan. 

Dalam perbincangan via tilpun dengan petugas penerbangan, resiko bagasi pecah sangat mungkin terjadi karena sesaknya ruang bagasi. 

Benda-benda yang beresiko pecah dianjurkan dibawa ke kabin namun sebelumnya harus dipackaging dengan baik dan benar oleh masing-masing penumpang. 

Bila terpaksa harus di kabin, benda-benda yang berpotensi melukai penumpang harus dipackaging dengan rapih dan tertutup bila tidak ingin benda tersebut disita petugas bandara. Jadi.... Siap belajar packing? +++

Salam Mayoko Aiko 
Praktisi Iklan
Kepala Sekolah Cendol (Cerita Nulis Diskusi Online)

0 komentar:

Posting Komentar